ANALISIS PENGARUH STRES MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI

  • Supriyono Supriyono
  • Luqita Romaisyah
  • Alfiandi Imam Mawardi
Keywords: Self-Efficacy, Self-Disclosure, Emotional Quotient, Stres Mahasiswa

Abstract

Permintaan akan kualitas pendidikan terus meningkat, pemerintah memunculkan standar tinggi untuk menghadapi industri 4.0. Mahasiswa sebagai instrumen pendidikan khususnya pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif. Salah satu masalah dalam fase pendidikan tinggi adalah penyelesaian skripsi yang dapat memicu stres mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan variabel endogen yaitu Self-Efficacy,Self-Disclosure dan Emotional Quotient (EQ) yang juga menjadikan EQ sebagai variabel moderator kepada variabel eksogen yaitu Stres Mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metodeStructural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan alat analisis Partial Least Square (PLS). Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa yang telah mengambil skripsi lebih dari satu tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Self-Efficacy, Self-Disclosure dan EQ mempunyai pengaruh signifikan pada stres mahasiswa (2) EQ mempunyai pengaruh moderator negatif pada Self-Efficacy dan pengaruh moderator positif pada Self-Disclosure (3) Peran dosen sebagai pembimbing mahasiswa sangat penting untuk mempengarhui stres mahasiswa

References

Agung A. G., & Santi B. M. (2013). Hubungan kecerdasan emosi dan self efficacy dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Jurnal Penelitian Psikologi, 17 (2), 1-6.
Azar, I. A. S., Vasudeva, P., & Abdollahi, A. (2006). Relationship between quality of life, hardiness, self- efficacy and self-esteem amongst employed and unemployed married women in zabol. Iran J Psychiatry, 1, 104-111. Retrieved from http://journals.tums.ac.ir
Bandura, A. (1997). Self efficacy: the exercise of control. New York: W.H Freeman and Company.
Darvish, Hassan., Ali Akbar Nasrollahi. (2011). Studying the Relations between Emotional Intelligenceand Occupational Stress: A Case Study at PayameNoor University. Economic SciencesSeries, Vol. 1., No.2 (9), pp. 38 – 49.
Gist, M. E., dan Mitchell. (1992). Self efficacy: a theoretical analysis of is determinants and malleability, Academy of Management Review,
Goleman, D. (1999). Working With Emotional Inteligence: Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Karambut, Christien,A., Eka Afnan T. Noormijati. (2012). Analisis Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Stres Kerja.Jurnal Aplikasi Manajemen. Vol. 10.3(9), pp.655- 668.
Martin, A.D. (2003). Emotional quality management. Jakarta: Penerbit Arga.
Suryaningsih. Hubungan self disclosure dengan stres pada remaja siswa SMP Negeri 8 Surakarta. Jurnal. Universitas Sebelas Maret.
Wei, M., Russel, D. W., & Zakalik, R. A. (2005). Adult attachment, social self efficccy, self disclosure, loneliness, and subsequent depression for freshman colege student: A longnitudinal study. Journal of Counseling Psychology, 52(4). 7 ( 2), 183-211.
Zhang, R. (2017). The stress buffering effect of self disclosure on Facebook: An examination of stressfull life events, social support, and mental health among college students. Journal Computer in Humans Behaviour, 75, 527-537.
Published
2019-12-31
Section
Articles